STUDI KETERBUKAAN DIRI SISWA DALAM KONSELING INDIVIDU DI SMP NEGERI 03 KOTA JAMBI
DOI:
https://doi.org/10.33659/cip.v13i2.398Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keterbukaan diri siswa
dalam konseling individual banyak diantara mereka sering memendam masalah
nya pada saat konseling individual, mereka juga sering merahasiakan informasi
pada diri nya pada saat konseling individual. Keterbukaan dalam konteks ini
sangat penting karena konseling individu bertujuan untuk membantu siswa untuk
mengatasi permasalahan yang di alami siswa tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskritif.
Subjek penelitian ini empat orang siswa yang pernah mengikuti konseling
individual. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Terdapat tiga tahapan untuk mengalisis data, yaitu
reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Triangulasi sumber di
lakukan pada siswa, wali kelas, dan guru Bk, Triangulasi teknik menggunakan
wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa bagaimana keterbukaan diri siswa dalam
konseling individual adalah, banyak siswa yang masih belum jujur, malu, dan
takut untuk bercerita dengan guru BK pada saat proses konseling individual
tersebut. Siswa juga memperhatikan kondisi dan situasi pada saat melakukan
konseling individual, siswa banyak diam dan merasa kurang percaya untuk
terbuka sama guru BK. Perihal bagaimana pelaksanaan layanan konseling
individual yang dicoba tentang sikap keterbukaan diri siswa dikenal dicoba
dengan efisien, dimana konselor bekerja sama dengan wali kelas








