STRATEGI DAN TANTANGAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI PONDOK PESANTREN

  • Wahyudi Widodo STAI MA’HAD Aly Alhikam Malang

Abstrak

Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan sumber data buku, majalah, jurnal, tafsir dan lainnya. Analisis yang digunakan mengunakan B Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Strategi manajemen pendidikan yang berbasis pada kearifan lokal yaitu: pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan kearifan lokal, pelibatan masyarakat dan kelompok budaya lokal. 2) Model tradisi pendidikan Islam berbasis kearifan lokal di pesantren meliputi: tradisi Pendidikan Surau dimana masyarakat yang ingin belajar harus datang ke tempat tersebut layaknya sekolah, tradisi Pendidikan Sorongan yang mana para santri berlatih secara mandiri untuk mematangkan keahliannya dengan bertatap muka secara langsung kepada ustadz, dan Badongan, sebuah tradisi kegiatan pembelajaran yang bersifat pendekatan yang mengedepankan layanan kolektif dalam mempelajari kitab klasik 3) Tantangan dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam manajemen pendidikan Islam ada dua yaitu: kesenjangan antara nilai kearifan lokal dan ajaran Islam dan keterbatasan sumber daya dan kapasitas ustadz. 4) Rekomendasi untuk pengembangan strategi manajemen pendidikan berbasis kearifan lokal ada empat yaitu: penguatan kapasitas ustadz dalam mengintegrasikan kearifan lokal, kolaborasi yang lebih erat dengan masyarakat, evaluasi dan penyesuaian strategi manajemen secara berkala, dan penyusunan kebijakan yang mendukung.

Diterbitkan
2025-03-16